Cara Mengatasi Kedinginan di Gunung

Kedinginan adalah keadaan di mana sebagian atau seluruh bagian tubuh kekurangan kalor (panas tubuh). Dengan begitu, indra perasa akan mengirimkan sinyal darurat tentang ancaman hawa dingin. Kemudian, tubuh akan merespon dengan menunjukan perilaku menggigil atau kedinginan. Anggota tubuh manusia yang paling cepat merasa dingin adalah ujung kaki, ujung tangan dan kulit. Kenapa bisa begitu? Karena pada bagian tersebut, banyak berkumpul syarat indra perasa dan pendeteksi perubahan suhu. Jadi, sangat peka sekali.

Jika boleh saya sederhanakan, secara garis besar, ada 3 penyebab utama kedinginan di gunung. Pertama, pendaki kekurangan kalori. Kedua, pendaki sedang tidak sehat. Ketiga, terjadi cuaca ekstrim yang membuat suhu lingkungan menjadi sangat dingin. Jika kamu dapat mengatasi ketiga penyebab tersebut, kamu dapat mengatasi kedinginan di gunung.

Berikut adalah 5 tips mengatasi kedinginan di gunung yang kami kutip dari napaktilas.net.

  1. Makan sesuai kebutuhan kalori harian tubuh.
  2. Pakai pakaian penghangat dengan teknik layering.
  3. Minum rempah-rempah yang mengandung zat kimia gingerol.
  4. Hangatkan diri dengan mendekat ke sumber panas.
  5. Lakukan warming up atau olahraga ringan untuk menghangatkan tubuh.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak pembahasannya sampai selesai.

1. Makan Sesuai Kebutuhan Kalori Harian Tubuh

Tubuh manusia itu menghasilkan kalor (panas tubuh) dengan dua cara.

  • Pertama, membakar lemak (slow burning).
  • Kedua, memproses makanan yang mengandung kalori (fast burning).

Saat di gunung, metabolisme tubuh akan memproses makanan yang mengandung kalori terlebih dahulu untuk menghasilkan panas (fast burning). Karena tubuh membutuhkan kalor dan energi untuk bertahan di suhu dingin. Setelah kehabisan bahan baku penghasil energi dan panas, tubuh mulai membakar lemak tubuh untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak. Dengan memanfaatkan reaksi biokimia (glikolisis), tubuh mulai menghasilkan energi dan kalor. Proses ini disebut slow burning.

Di awal pembahasan, kami telah menjelaskan bahwa salah satu penyebab tubuh pendaki kedinginan adalah kekurangan kalori. Jika kami hubungkan dengan proses metabolisme di atas, tubuh yang kehabisan bahan bakar penghasil panas, akan mulai dingin, menggigil dan kedinginan. Cara mengatasi kedinginan di gunung adalah makan makanan berkalori tinggi yang mudah diserap tubuh. Misalnya, gula aren, teh manis, nasi liwet+lauk, roti gandum, hingga makanan cair (susu coklat+ energen + oatmeal). Kami merekomendasikan makan secara sedikit demi sedikit sampai tubuh kembali hangat. Syukur-syukur mau makan sampai batas TDEE (Total Daily Energy Expenditure) tubuh. Dengan begitu, kebutuhan kalori harian tubuh pendaki dapat tercukupi. Alhasil, tubuh dapat memproduksi panas sepanjang hari untuk melawan hawa dingin gunung.

2. Pakai Pakaian Penghangat dengan Mengaplikasikan Teknik Layering

Cara mengatasi kedinginan di gunung selanjutnya adalah memakai pakaian hangat dengan mengikuti prinsip layering. Layering pakaian adalah teknik mengatur pakaian pendaki sesuai dengan kondisi cuaca di gunung.

Layering pakaian terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu: base layer, mid layer dan outer layer.

  • Base layer (lapisan dasar). Kami merekomendasikan untuk memakai kaos berbahan polyester atau polar. Intinya, pakaian base layer harus bisa cepat kering (quick dry).
  • Mid layer (lapisan tengah). Kami merekomendasikan untuk memakai jaket penghangat untuk mid layer. Jaket dengan bahan wol, polar dan bulu angsa sangat bagus untuk melakukan isolasi thermal tubuh. Dengan begitu, pendaki akan tetap hangat biarpun cuaca sedang dingin.
  • Outer layer (lapisan terluar). Kami merekomendasikan untuk menggunakan jaket gunung dengan kemampuan wind breaker, waterproof, dan UV protections. Intinya, lapisan outer layer dapat melindungi pendaki dari perubahan cuaca ekstrim di gunung. Banyak pendaki senior menggolongkan jaket hujan ke dalam outer layer. Jadi, agar tetap hangat saat cuaca ekstrim berinvestasilah pada jaket hujan yang bagus.

Dengan mengaplikasikan teknik layering pakaian, kamu dapat terhindar dari kedinginan dan hipotermia di gunung. Jika kondisi benar-benar ekstrim, kamu juga dapat melakukan layering sarung tangan dan kaos kaki. Pokoknya, lindungi semua anggota tubuh yang sangat sensitif dengan suhu dingin dengan teknik layering. Niscaya kamu akan hangat dan tidak kedinginan.

3. Minum Minuman Rempah-rempah yang Mengandung Senyawa Herbal Gingerol

Gingerol adalah senyawa kimia yang umumnya terdapat pada rimpang, rempah-rempah dan jamu-jamuan di Indonesia. Kadang paling tinggi ditemukan pada rimpang jahe. Dengan memanfaatkan kearifan lokal dari jamu-jamuan tradisional Indonesia, kamu dapat mengatasi kedinginan dengan cepat.

Ramuan rempah penghangat tubuh:

  • Wedang uwuh.
  • Bandrek.
  • Wedang jahe.
  • Susu jahe.
  • Kopi rempah merapi.

Semakin banyak kandungan gingerol, tubuh akan semakin terasa hangat. Inilah salah satu cara mengatasi kedinginan di gunung warisan dari leluhur Indonesia.

Seiring berkembangnya teknologi, saat ini banyak produk kemasan yang berbasis rempah-rempah dan jahe untuk menghangatkan tubuh. Misalnya, Tolak Angin, Antangin, Sari Wangi Jahe Kunyit, Jahe Wangi, Wedang Uwuh kemasan. Produk tersebut tinggal di sedu dengan air panas dan siap minum. Tunggu 3-5 menit, tubuh yang kedinginan akan kembali hangat.

4. Hangatkan Diri dengan Mendekat Tubuh ke Sumber Panas

Ada kondisi di mana suhu gunung menjadi sangat dingin, bahkan minus. Misalnya, di Ranu Kumbolo (Semeru) dan Lembah danau-danau (Carstensz). Cuaca ekstrim yang semakin buruk membuat kondisi lingkungan menjadi sangat dingin. Biarpun kamu sudah mempraktikkan cara mengatasi kedinginan di gunung dari poin 1-3, kamu tetap bisa kedinginan. Karena ini sudah faktor alam dan lingkungan. Terlebih apabila kamu mendaki gunung dengan ketinggian di atas 3.000 mdpl, butiran es bisa muncul di dedaunan saat malam hari.

Solusi untuk mengatasi kedinginan saat cuaca ekstrim adalah mendekatkan diri ke sumber panas.

  1. Segera berlindung ke shelter atau masuk ke tenda untuk mencari kehangatan.
  2. Buat perapian di sekitar tenda untuk menghangatkan lingkungan. Jika tidak dilarang, buatlah api unggun di sekitar tenda. Jika tidak boleh membuat api unggun, segera nyalakan kompor lapangan. Kamu bisa menyalakan kompor parafin, lilin atau apapun yang bisa menghasilkan panas.
  3. Lepas semua pakaian yang basah dan segera pakai pakaian ganti agar lebih hangat. Biasakan untuk selalu mengenakan pakaian berlapis yang longgar pada pendaki yang kedinginan.
  4. Masak air sampai mendidih dan simpan ke dalam tumbler termos yang tahan panas. Setelah itu, suruh orang yang kedinginan untuk mendekap erat termos di area dada atau perut sambil masuk ke dalam sleeping bag.
  5. Tidur berdekat-dekatan di dalam tenda. Jika sudah masuk ke tenda dan masih, merasa kedinginan, sebaiknya kamu tidur saling berdekat-dekatan. Karena kadang beberapa orang yang memiliki lemak berlebih dapat menghasilkan panas tubuh berlebih. Jadi, kalau kamu tidur di dekatnya, kamu akan merasa hangat.

5. Lakukan Warming-Up atau Olahraga Ringan untuk Menghangatkan Tubuh

Pendaki yang terlalu lama berdiam diri di gunung akan merasakan kedinginan. Ini karena metabolisme pendaki gunung yang awalnya dalam mode warm telah turun ke mode rest. Penurunan metabolisme tubuh ini memberi sinyal pada tubuh untuk berhenti bekerja keras dalam menghasilkan kalor dan energi. Efeknya, saat hawa dingin mulai datang, tubuh akan merasa dingin.

Kondisi penurunan metabolisme sering di alami pendaki yang terlalu lama beristirahat di jalur pendakian atau yang baru bangun pagi. Cara untuk mengatasi kedinginan di gunung pada kasus ini adalah melakukan olahraga ringan (warming up). Kamu dapat melakukan peregangan, senam pagi, jalan-jalan, push-up, hingga jogging naik-turun gunung. Tujuannya sederhana, semakin kamu banyak gerak semakin meningkat aktivitas metabolisme tubuhmu. Dengan begitu, tubuh akan kembali menjadi hangat dan kamu sembuh dari kedinginan.

Catatan: Saat kamu memutuskan untuk melakukan olahraga ringan, kamu perlu memberikan tubuh asupan gizi atau kalori. Tujuannya agar tubuh tidak kehabisan energi atau pingsan di tengah olahraga.

Akhir kata, itulah beberapa cara mengatasi kedinginan di gunung. Jika kamu memiliki saran metode mengatasi kedinginan yang lebih baik, silakan tulis di kolom komentar ya. Nanti, akan saya tambahkan ke dalam artikel agar artikel ini lebih bermanfaat untuk para pendaki gunung.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *