Cara Mengatasi Kucing Obesitas

Sama seperti manusia, kucing yang kebanyakan makan dan malas gerak bisa mengalami obesitas. Obesitas adalah kondisi di mana berat badan kucing melebihi batas ideal (kegemukan). Akibatnya, kucing sulit bergerak, sering tidur dan mudah sakit-sakitan. Kondisi obesitas yang terlalu lama bisa menyebabkan kucing terserang penyakit kronis, seperti, FLUTD, diabetes hingga gagal ginjal.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kucing yang mengalami obesitas? Solusinya sederhana, ubah pola makan, dan pola hidup kucing. Lalu, secara perlahan turunkan berat badan kucing. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini.

Langkah #1: Ubah Pola Makan Kucing sesuai Diet Plan

Cara mengatasi obesitas pada kucing yang pertama adalah mengubah pola makan kucing sesuai diet plan. Obesitas pada kucing terjadi akibat pemilik kucing overfeeding. Pemilik kucing biasanya tidak tega saat melihat kucing mengeong minta makan di luar jam makannya. Dan memberikan sejumlah makanan untuk menenangkan kucing. Perilaku ini jika berlangsung secara terus menerus kucing akan mengalami kelebihan kalori. Kelebihan kalori di dalam tubuh kucing akan diubah menjadi cadangan lemah tubuh. Akibatnya kucing menjadi sangat gendut.

Solusi untuk kasus ini sederhana, yaitu ubah pola makan kucing sesuai diet plan.

  • Pertama, berikan makanan kucing tinggi protein dan rendah kalori. Makanan tinggi protein akan membantu pembakaran lemak tubuh lebih cepat. Alhasil, berat badan kucing akan turun dengan lebih cepat. Kami merekomendasikan untuk memberikan makanan kucing grain free dan raw food untuk diet kucing.
  • Kedua, hanya beri makan kucing saat jam makan saja. Kami merekomendasikan kucing sarapan pukul 08.00 dan makan malam pukul 15.00 sore. Cukup makan 2x sehari saja. Biar berat badan kucing cepat turun.
  • Ketiga, atur diet plan sesuai penurunan berat badan kucing.Artinya, kamu harus melakukan pengukuran berat badan kucing setiap seminggu sekali. Selanjutnya, kamu mengevaluasi diet plan yang kamu berikan ke kucing. Pilih diet plan yang paling efektif.

Jika kamu menerapkan metode ini dengan benar, kucing akan mengalami penurunan berat badan dalam 1 bulan. Setelah berat badan kucing turun, tetap lakukan diet plan sampai 3-6 bulan. Dan sesuaikan diet plan dengan kondisi tubuh kucing terbaru.

Langkah #2: Tentukan Takaran Makanan Kucing Per Hari dengan Tepat

Salah satu penyebab kucing obesitas karena overfeeding. Overfeeding terjadi karena pemilik kucing tidak tahu kebutuhan nutrisi harian kucing. Makanya, kucing mengalami peningkatan berat badan secara cepat dan akhirnya obesitas. Lalu, solusinya bagaimana? Ya, kamu atur ulang porsi makan harian buat kucing kamu.

Sebaiknya, kamu ketahui terlebih dahulu kebutuhan nutrisi harian kucing. Lalu, kamu hitung formula takaran makanan kucing berdasarkan jenis makanan kucing. Terakhir, tentukan pengurangan jumlah kalori intake agar kucing lebih cepat kurus. Untuk detail formula perhitungan porsi makanan kucing, ikuti tutorial menentukan takaran makanan kucing per hari yang tepat di sini.

Setelah kamu belajar formula perhitungan dari artikel di atas, yuk langsung praktik.

Misalnya, kucing obesitas punya berat 10. Dan kamu ingin kucing memiliki berat 4 kg.

Maka kamu perlu hitung dulu kebutuhan kalori harian si kucing. Jangan buru-buru ngasih makan sedikit. Kucing bisa stres. Intinya, kamu mengurangi porsi makan kucing secara bertahap sesuai formula perhitungan yang benar.

Kebutuhan kalori kucing obesitas dengan berat badan 10kg= 66,67 x 10 = 666,7 kalori per hari.

Kebutuhan kalori 666,7 kalori per hari bisa dipenuhi dengan 2 sachet makanan kucing basah + 150 gram makanan kering.

Nah, pada awal-awal, berikan makanan sesuai perhitungan tersebut. Setelah itu, lakukan pengurangan 50 kalori per 3 hari. Setelah 1 minggu, kamu timbang lagi berat badan si kucing.

Hasil berat badan kamu pakai untuk menghitung kebutuhan kalori berikutnya. Dan kurangi 50 kalori agar tubuh kucing mengalami defisit kalori.

Konsisten lakukan metode ini sampai kucing bisa mengonsumsi 266,68 kalori per hari. Jika kucing bisa bertahan dengan hanya mengonsumsi 266,68 kalori per hari, kucing akan memiliki berat ideal 4 kg. Ribet ya? Iya, tapi metode pengurangan jumlah makanan per hari berdasarkan kebutuhan kalori harian sangat efektif. Dalam waktu 1-2 bulan kucing akan kurus dengan cepat.

Langkah #3: Ajak Kucing Beraktivitas dan Bermain

Cara mengatasi kucing obesitas selanjutnya adalah mengajak kucing berolahraga. Setelah mengubah pola makan dan porsi makan kucing, kamu perlu mengubah pola hidup kucing. Mulai ajarkan kucing untuk berolahraga. Minimal kamu ajak kucing jalan-jalan, bermain dan beraktivitas. Tujuannya biar metabolisme tubuh kucing aktif dalam membakar lemak tubuh.

Kucing yang aktif bergerak akan meningkatkan metabolisme tubuh. Metabolisme cepat akan membuat tubuh kucing menjadi mesin pembakar lemak yang efektif. Alhasil, kucing lebih cepat kurus.

Intinya, selain mengubah pola makan, buatlah kucing beraktivitas agar kucing tidak hanya tidur-tiduran saja di rumah. Semakin aktif kucing, semakin cepat berat badan kucing turun.

Langkah #4: Pastikan Kucing Terhidrasi

Ada kalanya kamu sudah mempraktikkan langkah 1-3 tapi kucing tidak kunjung turun berat badannya. Solusinya, kamu kasih kucing minum yang banyak. Kalau perlu kamu paksa kucing minum. Karena air sangat penting untuk menjaga kadar osmosis tubuh.

Kucing yang terhidrasi maksimal akan memiliki kondisi tubuh yang optimal. Jika kamu memaksa kucing masuk dalam kondisi defisit kalori, tubuh kucing akan lebih cepat mengurai lemak tubuh. Dengan demikian, kucing lebih cepat kurus.

Poin penting yang ingin kami sampaikan adalah jika kamu ingin mengatasi kucing obesitas, pastikan kucing terhidrasi secara maksimal. Kondisi ini mampu mempercepat proses penurunan berat badan.

Cara #5: Buatkan Ruang Bermain Kucing yang Luas

Cara terakhir untuk mengatasi obesitas pada kucing adalah memberikan ruang bermain yang luas. Kita haru bahwa kita tidak bisa menemani kucing setiap saat. Maka dari itu, kucing yang merasa kesepian akan sering mengurung diri dan tidur di dalam rumah. Hal ini tidak baik bagi kucing yang mengalami obesitas.

Solusi untuk permasalahan ini adalah membuatkan tempat bermain. Kamu bisa mendesain satu kamau ukuran 3×4 sebagai tempat bermain kucing. Berikan scratcing post, cat condo, tempat bertengger kucing hingga mainan kucing di dalam ruangan tersebut.

Kamu juga bisa memberikan teman 1-2 kucing baru untuk menghibur kucing kamu. Jadi, kucing-kucing tersebut dapat bermain dan bersenang-senang bersama di dalam ruang bermain tersebut. Dengan begitu, kucing akan menjadi lebih aktif dan lebih banyak bergerak. Ujung-ujungnya, kucing akan lebih cepat kurus dan sembuh dari obesitas.

Demikian pembahasan dari cara mengatasi kucing obesitas. Jika kamu punya metode yang lebih baik, silakan berbagai pengetahuan melalui kolom komentar di bawah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *