Gunung Berapi Di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan cincin api Pasifik (ring of fire). Akibatnya, di berbagai daerah di Indonesia banyak terdapat gunung berapi. Kawasan paling banyak terdapat gunung berapi adalah pulau Sumatera dan Jawa. Namun, tidak semua gunung berapi di Indonesia aktif sampai saat ini. Ada yang sudah tertidur lama dan ada yang terus beraktivitas sampai hari ini. Berikut pembahasan 7 gunung berapi di Indonesia yang masih aktif.

1. Gunung Merapi

gunung-merapi
Gunung Merapi
LokasiLereng gunung bagian selatan masuk ke wilayah kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dan sisanya, masuk ke wilayah Klaten, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah).
Ketinggian2.930 m.
Jenis GunungGunung berapi kerucut.
Erupsi Terakhir21 Juni 2020.

Gunung Merapi merupakan gunung berapi di Indonesia yang berbentuk kerucut (stratovolcano) dengan aktivitas vulkanologi sangat aktif. Melansir dari laporan BMKG, gunung Merapi terakhir kali erupsi pada 21 Juni 2020. Dan masih memiliki aktivitas vulkanologi sampai hari ini.

Bahkan berdasarkan pantauan terkini, gunung Merapi masuk ke level III dengan status siaga. Jika kamu perhatikan, gunung Merapi masih sering mengeluarkan awan panas ke arah tenggara. Dan aliran lahar dingin hasil aktivitas vulkanologi mengalir ke sungai Kuning, sungai Boyong, sungai Bedog, hingga sungai Krasak.

Biarpun gunung Merapi termasuk gunung berapi yang aktif, namun saat level aman, kamu bisa berwisata ke gunung Merapi. Beberapa wisata yang paling terkenal di area gunung Merapi:

  1. Pendakian gunung Merapi via New Selo.
  2. The World Lost Castle.
  3. Wisata Lava Tour Merapi.
  4. Museum gunung Merapi.
  5. Taman wisata Balerante, Kemalang.

Khusus wisatawan yang ingin mendaki gunung Merapi, kamu bisa mendaki melalui jalur pendakian gunung Merapi via Selo. Lama waktu pendakian dari basecamp Selo ke puncak sekitar 6 jam. Menurut pengalaman kami, mendaki gunung Merapi dari jalur Selo memiliki medan pendakian yang lumayan berat. Banyak tanjakan yang menantang di perjalanan. Jadi, kamu harus mempersiapkan fisik dengan baik saat pendakian. Tempat ngecamp yang strategis adalah di Pasar Bubrah. Lokasinya luas, dan saat pagi pemandangannya sangat indah.

2. Gunung Slamet

gunung-slamet
Gunung Slamet
LokasiSecara administratif gunung Slamet berada di Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia.
Ketinggian3.428 m.
Jenis GunungStratovolcano.
Erupsi TerakhirSeptember 2014.

Gunung Slamet merupakan gunung berapi tipe Stratovolcano yang masih memiliki aktivitas vulkanologi hingga saat ini. Menurut laporan BMKG, gunung Slamet terakhir kali mengeluarkan erupsi dalam jumlah besar pada September 2014. Namun setelahnya, gunung Slamet sudah menurunkan aktivitas vulkanologinya hingga mencapai level aman.

Berkat level aktivitas gunung Slamet mulai aman, wisatawan yang memiliki hobi mendaki gunung, bisa mendakinya. Mendaki gunung Slamet adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi para pendaki gunung. Karena gunung Slamet merupakan gunung tertinggi ke-2 di pulau Jawa dengan ketinggian mencapai 3.428 m. Peringkat gunung Slamet tepat di bawah gunung Semeru (3.676 m).

Untuk bisa mendaki gunung Slamet, kamu dapat memilih salah satu jalur pendakian di bawah ini:

  1. Jalur pendakian gunung Slamet via Bambangan.
  2. Jalur pendakian gunung Slamet via Guci.
  3. Jalur pendakian gunung Slamet via Permadi.
  4. Jalur pendakian gunung Slamet via Cemara Sakti.
  5. Jalur pendakian gunung Slamet via Baturaden.
  6. Jalur pendakian gunung Slamet via Kaliwadas.
  7. Jalur pendakian gunung Slamet via Gunung Malang.
  8. Jalur pendakian gunung Slamet via Dukuh Liwung.

Kedelapan jalur pendakian gunung Slamet tersebut memiliki medan pendakian yang berbeda. Dan tingkat kesulitan yang berbeda. Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung Slamet, sebaiknya kamu mendaki melalui jalur Bambangan terlebih dahulu.

Bagaimana kondisi jalur pendakian pasca gunung Slamet erupsi? Area kawasan puncak gunung Slamet berubah menjadi sangat gersang dan tandus. Banyak pepohonan yang rusak akibat erupsi. Jika kamu mendaki dari Bambangan, setelah pos 9 (Pelawangan), medan pendakian sangat terjal dan berpasir. Jadi, kamu harus ekstra berhati-hati.

Terlebih, jika kamu turun gunung saat terjadi kabut atau cuaca buruk. Karena jarak pandang terbatas, bisa menyebabkan pendaki salah mengambil jalur menuju pelawangan.

Selain wisata mendaki gunung, di sekitar gunung Slamet juga terdapat banyak obyek wisata menarik lainnya. Misalnya, Kutabawa Flower Garden, Wisata Baturaden, Lembah Asri, Pemandian Air Panas Guci, Permainan Air di Owabong.

3. Gunung Semeru

gunung-semeru
Gunung Semeru
LokasiSecara administratif gunung Slamet berada di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia.
Ketinggian3.676 m.
Jenis GunungStratovolcano.
Erupsi Terakhir1967 sampai 2020 (terus-menerus).

Gunung Semeru merupakan gunung berapi tipe Stratovolcano yang terletak di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Menurut laporan Badan Meteorologi dan Geofisika, gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas vulkanologi sepanjang tahun. Sehingga, gunung Semeru dinobatkan salah satu gunung berapi teraktif di pulau Jawa, bersama dua rekannya, yaitu gunung Bromo dan gunung Merapi.

Berdasarkan hasil investigasi kami, gunung Semeru pernah mengeluarkan erupsi besar di berbagai masa, di antaranya:

  • Letusan gunung Semeru pada 8 November 1818, merupakan letusan pertama gunung Semeru yang tercatat dalam sejarah. Setelah letusan dahsyat tersebut, secara berturut-turut gunung Semeru terus aktif. Catatan lain yang kami temukan adalah rentetan erupsi gunung Semeru pada tahun 1829,  1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, 1878 hingga tahun 1.884.
  • Letusan gunung Semeru berlanjut di tahun 1900 hingga 1913. Biarpun erupsi gunung Semeru tergolong kecil, tapi terus terjadi sepanjang tahun tersebut. Sampai akhirnya, terjadi letusan besar pada 1941-1942, 1945, 1946, 1947, dan 1950. Dan tidak berhenti sampai di situ, gunung Semeru kembali meletus lagi secara berurutan mulai tahun 1951, 1961, 1963, 1967-1969, 1972-1990, 1992-1994. Menurut data laporan yang kami dapat, letusan pada tahun 1994 adalah letusan yang mengerikan. Banyak kerusakan alam dan dan korban jiwa akibat lahar dingin.
  • Seperti masih belum puas melakukan erupsi, di tahun 2004-2005, 2007-2011, 2016, 2018, dan 2019, gunung Semeru terus mengalami erupsi.
  • Dan data terbaru, pada November 2020 hingga Maret 2021, gunung Semeru kembali erupsi. Sampai pihak BMKG mengeluarkan kondisi Waspada II untuk aktivitas gunung Semeru.

Biarpun aktivitas vulkanologi gunung Semeru sangat aktif, tapi tidak menyurutkan keberanian manusia dalam mengeksplorasi gunung tersebut.

Tercatat, pada 1838, Clognet dan Winny Brigita (orang belanda) melakukan ekspedisi ke pundak Semeru melalui jalur barat daya. Jalur pendakian gunung Semeru dari barat daya melewati Widodaren. Selanjutnya, Junghuhn, ahli botani asal Belanda, mendaki gunung Semeru dari sisi utara. Dia mendaki melalului jalur Ayek-ayek. Dan pada tahun 1911, Van Gogh dan Heim melakukan ekspedisi ke gunung Semeru, melalui jalur Ranu Pani-Ranu Kumbolo.

Berdasarkan hasil ekspedisi tersebut, jalur Ranu Pane merupakan jalur yang paling aman untuk pendaki pemula. Sehingga, jalur Ranu Pane masih dipakai hingga saat ini oleh para pendaki yang ingin menuju ke puncak Mahameru. Dengan menapaki puncak Mahameru, kamu telah berdiri di salah satu gunung tertinggi di Jawa.

Terakhir, selain puncak Mahameru, ada tempat-tempat menarik yang bisa kamu kunjungi selama berada di area wisata gunung Semeru. Misalnya, danau Ranu Pani, danau Ranu Regulo, danau Ranu Kumbolo, kebun Teh Kertowono, Air terjun Coban Sewu.

4. Gunung Rinjani

gunung-rinjani
Gunung Rinjani
LokasiLombok, Indonesia.
Ketinggian3.726 m.
Jenis GunungGunung berapi maar (aktif).
Erupsi Terakhir27 September 2016.

Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tipe maar yang masih aktif hingga hari ini. Lokasi gunung Rinjani berada di Lombok, Indonesia. Konon, gunung Rinjani ini merupakan gunung berapi yang sangat tinggi dan megah, dunia mengenalnya dengan nama gunung Salamas.

Gunung Salamas merupakan gunung berapi yang letusannya mengakibatkan gangguan cuaca di seluruh dunia. Bahkan di benua Eropa, tertutup awan pekat selama berhari-hari. Pengaruh letusan gunung Salamas pada wilayah Lombok bagaimana? Nyaris tertutup awan hitam selama berminggu-minggu. Dan tanah di sekitar gunung Salamas tertutup material abu vulkanik dengan ketebalan mencapai 10-30 meter.

Menurut ahli geologi dan vulkanologi Levigne, gunung Salamas meletus pada tahun 1.257. Akibat letusannya yang maha dahsyat, puncak Salamas hilang dan menyisakan kaldera yang sangat luas, yang kita kenal dengan kaldera Rinjani. Sejak keruntuhan gunung Salamas, muncul kawah Sagara Muncar, gunung Barujari dan gunung rombongan.

Itulah sekelumit sejarah tentang gunung Rinjani. Tapi, apakah gunung Rinjani sekarang masih seseram itu? Tidak. Gunung Rinjani sekarang menjadi salah satu gunung tercantik di Indonesia dengan pemandangan yang menakjubkan, di antaranya:

  • Keindahan sunrise dari puncak gunung Rinjani dengan latar pemandangan Sagara Anak.
  • Pemandangan sunrise yang menawan dari area camping Sagara Anak.
  • Pemandangan alam yang hijau dan indah di Sembalun.
  • Hutan taman nasional yang kaya akan flora-fauna langka di Indonesia.
  • Danau di atas gunung yang cantik dengan air yang bersih.

Foto-foto kecantikan di Rinjani telah tersebar di Instragram dan media sosial lainnya. Sangat cantik dan menawan. Tertarik untuk mendaki gunung Rinjani? Kamu bisa mendaki gunung Rinjani via Sembalun. Jalur pendakiannya cukup mudah. Dan ada porter dan pemandu yang bisa menemanimu mendaki gunung Rinjani.

Selain keindahan puncak Rinjani dan danau Sagara Anak, ada obyek wisata lain di sekitar gunung Rinjani yang tidak kalah cantik. Misalnya, Air Terjun Mangku Sakti, Air Terjun Tiu Kelep, Bukit Pergasingan, Bukit Selong, Bukit Dandaun, Pusuk Sembalun, Telaga Biru dan Sabana Propok.

5. Gunung Bromo

gunung-bromo
Gunung Bromo
LokasiJawa Timur, Indonesia.
Ketinggian2.329 m.
Jenis GunungKerucut bara (aktif).
Erupsi Terakhir21 Maret 2019 (terus-menerus).

Gunung Bromo merupakan gunung api tipe somma volcano yang sangat aktif di Indonesia. Menurut laporan BMKG, gunung Bromo terakhir menunjukkan gejala erupsi pada 21 Maret 2019. Dan terus-menerus menunjukkan aktivitas vulkanologi sampai sekarang.

Menurut catatan sejarah, gunung Bromo pernah meletus sangat dahsyat pada tahun 1974. Akibat, kedahsyatan letusan gunung Bromo, penduduk sekitar kawasan gunung Bromo, Tengger dan Semeru mengungsi. Dan keadaan mencekam tersebut terjadi selama berhari-hari.

Setelah letusan dahsyat tersebut, gunung Bromo mulai mengalami penurunan aktivitas vulkanologi. Dan beberapa kali mengalami kenaikan aktivitas, tapi dalam taraf tidak membahayakan. Berikut beberapa laporan erupsi gunung Bromo yang tercatat dalam laporan BMKG.

  • Erupsi gunung Bromo 2004.
  • Erupsi gunung Bromo 2010.
  • Erupsi gunung Bromo 2011.
  • Erupsi gunung Bromo 2015.
  • Erupsi gunung Bromo 2019.

Erupsi gunung Bromo belum selevel di tahun 1974. Jadi, warga sekitar masih bisa diamankan saat terjadi erupsi. Dan erupsi gunung Bromo tidak menimbulkan kerusakan yang parah.

Biarpun gunung Bromo memiliki potensi berbahaya saat erupsi, tapi gunung Bromo menyimpan potensi wisata yang menawan, di antaranya:

  • Pemandangan Kawah gunung Bromo dari dekat.
  • Penanjakan 1.
  • Penanjakan 2.
  • Pasir berbisik.
  • Bukit Kingkong.
  • Bukit Cinta.
  • Bukit Teletubies Bromo.
  • Camping ground Bromo.

Karena besarnya potensi wisata di gunung Bromo, pihak pemerintah daerah mengolah kawasan tersebut menjadi tempat wisata. Dan mulai melengkapi semua fasilitas keamanan, kenyamanan dan MCK untuk para wisatawan.

Kamu bisa wisata tour Bromo menggunakan Jeep, camping di Penanjakan 1 hingga menaiki kuda di sabana gunung Bromo. Menyenangkan sekali, kalau liburan ke sana. Sesekali kamu harus coba. Pasti menyenangkan. Hehe.

6. Gunung Kerinci

gunung-kerinci
Gunung Kerinci
LokasiSumatera Barat, Indonesia.
Ketinggian3.805 m.
Jenis GunungStratovolcano.
Erupsi Terakhir2020.

Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang memiliki ketinggian 3.805 mdpl. Lokasi gunung Kerinci berada di Sumatera Barat, Indonesia. Menurut data BMKG setempat, Gunung Kerinci terakhir kali erupsi pada tahun 2020 dan masih aktif sampai saat ini. 

Mungkin bagi sebagian orang, mendengar gunung berapi aktif itu sesuatu yang menyeramkan. Namun, mungkin itu adalah berkah bagi petani di lereng gunung Kerinci. Karena setiap gunung Kerinci mengeluarkan abu vulkanik, ladang dan sawah mereka menjadi subur. Jadi, aktivitas vulkanologi gunung Kerinci membuat hutan, perkebunan dan sawah di lereng gunung Subur.

Kesuburan di sekitar gunung Kerinci menciptakan kemakmuran. Sehingga, pemerintah daerahnya memiliki banyak kas daerah untuk mengelola kawasannya. Salah satu contohnya adalah pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman nasional dengan wilayah sebesar 1,375,000 ha yang meliputi:

  • Bukit Barisan.
  • Gunung Kerinci.
  • Gunung Tujuh.
  • Lembah Kerinci.
  • Taman wisata Kerinci.

Semua tempat tersebut memiliki pemandangan alam yang cantik. Terlebih bagi pencinta traveling. Kamu dapat jalan-jalan sambil melihat keragaman flora-fauna di Indonesia. Misalnya: bunga Rafflesia Arnold, Harimau Sumatera, Macan Dahan, Kucing Batu, Kucing Emas, Tapir hingga Gajah.

Bagi wisatawan yang suka mendaki gunung, pihak pengelola menyediakan jalur pendakian ke puncak gunung Kerinci, di antaranya:

  • Jalur pendakian gunung Kerinci via Kersik Tuo.
  • Jalur pendakian gunung Kerinci via Solok.

Karena jalur pendakian melewati kawasan hutan lindung di gunung Kerinci, pendaki tidak boleh membunuh hewan atau tumbuhan secara sembarangan. Terlebih saat kamu berpapasan dengan hewan langka, wajib untuk menjauh dan tidak melukainya.

Berbicara tentang jalur pendakian, jalur pendakian gunung Kerinci tergolong berat. Karena medan pendakian panjang dan harus melewati berbagai bentang alam yang ekstrem. Terlebih pasca erupsi gunung berapi tahun 2020. Jalur pendakian yang menuju kawasan puncak menjadi rusak dan terjal.

Namun, semua rintangan berat tersebut akan terbayar saat kamu mencapai puncak Kerinci di ketinggian 3.805 mdpl. Karena pemandangan dari atas sana sangat indah.

7 . Gunung Agung

gunung-agung
Gunung Agung
LokasiBali, Indonesia.
Ketinggian3.031 m.
Jenis GunungStratovolcano.
Erupsi Terakhir13 Juni 2019.

Gunung Agung merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Gunung Agung merupakan gunung berapi aktif yang masih sering meletus hingga saat ini. Menurut laporan BMKG setempat, gunung Agung terakhir kali erupsi pada 13 Juni 2019. Dan sampai saat ini gunung Agung masih menunjukkan tanda-tanda vulkanologi. Jadi, gunung Agung di bali ini masih masuk kategori gunung berapi aktif.

Berdasarkan dari hasil investigasi kami, gunung Agung pernah beberapa kali terdeteksi mengeluarkan erupsi besar, di antaranya:

  • Erupsi gunung Agung tahun 1710.
  • Erupsi gunung Agung tahun 1808.
  • Erupsi gunung Agung tahun 1821.
  • Erupsi gunung Agung 1843.
  • Erupsi gunung Agung 1963.
  • Erupsi gunung Agung 2017.
  • Erupsi gunung Agung 2019.

Karena potensi bencana yang ditimbulkan cukup tinggi, pemerintah Bali melakukan evakuasi warga yang tinggal di dekat gunung Agung. Hal ini untuk mengurangi korban jiwa dari bencana erupsi gunung Agung tersebut.

Selain memiliki potensi bahaya, ternyata gunung Agung juga memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Berikut beberapa wisata yang ada di lereng gunung Agung, Bali, di antaranya:

  • Taman Tirta Gangga.
  • Puri Agung Karangasem.
  • Taman Sukasada.
  • Air Terjun Yeh Labuh.
  • Air Terjun Batu Angsel.
  • Padang Bunga Kasna.
  • Bukit Asah Bugbug.
  • Ladang Bunga Gumitir.
  • Puncak gunung Agung.

Semua wisata di sekitar lereng gunung Agung tersebut sangat indah. Ada yang bisa dijangkau dengan transportasi, ada juga yang butuh jalan kaki. Bagi kamu yang menyukai kegiatan alam bebas yang memacu adrenalin, kami merekomendasikan untuk mendaki gunung Agung.

Kamu bisa mendaki gunung Agung via pura Agung Besakih. Melalui jalur pendakian pura Agung Bekasih, kamu bisa melihat keindahan gunung Agung dari dekat. Bahkan sampai puncaknya.

Dari ke-7 gunung berapi di Indonesia yang telah kita bahas, gunung Merapi, gunung Bromo dan gunung Semeru adalah gunung berapi teraktif di Indonesia. Hampir sepanjang tahun aktivitas vulkanologi di dalam perut bumi terus terjadi. Dengan demikian, kondisi gunung berapi bisa sewaktu-waktu berubah dari level aman ke level siaga.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *