Steril Kucing Tanpa Vaksin

Banyak pemilik kucing pemula yang ingin melakukan steril kucing, supaya kucing di rumahnya tidak bertambah banyak. Tahu sendiri kan, kucing betina bias beranak 2-4 kali setiap tahunnya. Kalau nggak di steril kucing di rumah nggak akan terurus dengan baik. Akan tetapi, beberapa dokter hewan mensyaratkan vaksinasi kepada kucing sebelum steril. Nah, ini yang jadi dilema. Biaya steril aja mahal, ini malah disuruh vaksin dulu. Sebenarnya, bolehkah steril kucing tanpa vaksin?

Menurut Drh. Adellyna, kucing tidak wajib mendapatkan vaksinasi sebelum tindakan steril kucing. Karena syarat steril kucing adalah kucing dalam kondisi sehat, dan kucing telah dewasa. Artinya, organ reproduksi kucing telah terbentuk sempurna. Dengan begitu steril bias dilakukan. Hal ini diperkuat pada praktik TNR (Trap-Neuter-Release) yang diselenggarakan pemerintah & organisasi satwa liar untuk menekan populasi kucing liar.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus banyak kucing ras yang mendadak sakit pasca steril. Hal ini dikarenakan saat proses penyembuhan pasca steril kucing tertular virus. Kalau sudah seperti itu, gawat, apalagi terserang virus panleukopenia. Kenapa gawat?

  • Pertama, tubuh kucing masih dalam masa penyembuhan luka operasi pasca steril. Artinya, kucing dalam kondisi yang lemah.
  • Kedua, anti-bodi kucing dalam kondisi kurang siaga, karena sedang membantu proses penyembuhan luka pasca steril. Dengan begitu, saat terjadi serangan virus, anti-bodi kucing kalah telak saat berperang melawan gerombolan virus tersebut.

Karena kondisi inilah beberapa kucing yang terjangkit virus pasca steril banyak yang mati. Terlebih terserang virus panleukopenia. Ini serem sih!

Nah, berkaca dari kejadian tersebut beberapa praktisi kucing menyarankan untuk melakukan vaksinasi kucing sebelum steril kucing. Terutama untuk kucing ras yang harganya mahal. Bayangkan seperti ini, kalau kucingnya, kucing kampong, mendadak mati, bias cari lagi. Kalau kucingnya, kucing ras Britis Short Hair atau Russian Blue gimana? Udah harganya mahal, nyarinya susah, harus inden pula? Sangat tragis bukan kalua mati mendadak akibat serangan virus pasca steril? Makanya beberapa praktisi kucing menganjurkan vaksinasi sebelum steril.

Sampai di sini paham ya?

Kesimpulannya, kamu boleh melakukan steril tanpa vaksin. Dan kamu juga boleh memvaksin kucing terlebih dahulu sebelum melakukan steril kucing.

Biaya Vaksin Kucing sebelum Steril

Bagi pemilik kucing yang sudah berpengalaman, vaksinasi kucing adalah langkah awal mengadopsi kucing. Biasanya pemilik kucing akan melakukan vaksinasi saat anak kucing telah berumur anak kucing 12-16 minggu. Jika semua syarat vaksinasi sudah terpenuhi, dokter hewan akan mau melakukan vaksinasi inti tahap pertama. Nah, hal ini juga berlaku untuk kucing yang ingin divaksin sebelum steril. Lalu, apa saja vaksin inti untuk kucing?

  • Pertama, vaksin untuk menangkal virus feline herpesvirus (FHV), chlamydophila felis & feline calicivirus (FCV).
  • Kedua, vaksin untuk menangkal virus feline panleukopenia virus (FPV).
  • Ketiga, ini vaksin opsional. Vaksin untuk virus rabies & feline leukemia virus (FeLV).

Biaya vaksin inti tahap awal ini sekitar Rp100.000-250.000. Tergantung di klinik dokter hewan mana kamu melakukan vaksinasi. Semakin terkenal dan senior si dokter hewan, biaya vaksinasi dikliniknya akan semakin mahal. Beberapa jenis vaksin inti yang sering diberikan pada kucing sebelum steril adalah vaksin Tricat & Tetracat.

Sedikit catatan: Kalau kamu mau mendapatkan biaya yang murah silakan ikuti program vaksinasi masal yang diadakan oleh puskeswan terdekat. Karena program tersebut adalah program bakti nusa dari pemerintah.

Biaya Sterilisasi Kucing

Untuk paket steril kucing biayanya berbeda-beda. Karena biaya steril kucing jantan dan kucing betina berbeda.

  • Biaya steril kucing jantan sekitar Rp350.000.
  • Biaya steril kucing betina sekitar Rp500.000.

Kenapa biaya sterilisasi kucing jantan dan betina berbeda? Karena tindakan medis yang dilakukan berbeda. Steril kucing jantan hanya mengambil testis di bagian luar tubuh. Artinya, dokter hanya perlu melakukan operasi luar tubuh. Dengan begitu, biaya jasa, obat dan perawatan pasca operasi relative murah.

Berbeda dengan steril pada kucing betina yang harus mengambil ovarium (Rahim kucing). Dokter hewan perlu melakukan operasi di dalam tubuh kucing betina. Melakukan penyayatan di area perut dan pemotongan organ ovarium kucing betina. Dengan begitu, biaya jasa, obat dan perawatan pasca steril kucing betina jauh lebih mahal daripada kucing jantan.

Catatan: Di beberapa klinik ternama, steril kucing harganya jauh lebih mahal dari harga yang kami sampaikan. Hal ini karena reputasi dokter dan klinik dokter hewan tersebut sudah sangat ternama.

Adakah Efek Samping Steril Kucing Tanpa Vaksin?

Setelah mendengar penjelasan di atas, kamu pasti berfikir, “Lumayan mahal ya melakukan vaksin dan steril secara langsung. Minimal butuh budget 700.000-1.000.000 rupiah. Kalau uang kami terbatas, lebih baik steril tanpa vaksin. Tapi, adakah efek samping steril kucing tanpa vaksin?”.

Seperti yang kami sampaikan di awal artikel, ada resiko pada steril kucing tanpa vaksin. Misalnya, kucing drop pasca steril akibat infeksi, serangan virus atau bahkan komplikasi. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel efek samping steril pada kucing ini. Di sana, kamu bisa paham, apa saja efek samping steril pada kucing. Jadi, kalau kamu bersikukuh untuk steril kucing tanpa vaksin, minimal kamu paham resikonya luar & dalam. Dan kamu sudah siap merawat kucing kamu jika mendadak drop atau terserang virus.

Saran dari kami, ikhlaskan uang kamu untuk melakukan vaksinasi kucing terlebih dahulu. Karena uang itu akan melindungi kucing kesayanganmu dan keluargamu dari ancaman virus kucing. Karena beberapa virus kucing ada yang bias menulas ke manusia.

Akan tetapi, jika kamu tidak rela menghabiskan uang untuk kucing, tolong sediakan ruangan khusus yang bersih dan steril untuk masa perawatan kucing. Kucing yang baru saja disteril jangan dilepas ke luar ruangan ataupun kamu gabungkan ke kucing lain. Isolasi dulu di ruangan khusus sampai luka operasi kucing sembuh dengan sempurna. Intinya, jaga kesehatan kucing dengan baik. Jangan sampai tertular virus & penyakit pasca steril.

Akhir kata, kalau ada yang kurang jelas, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *