Tips Menjaga Kesehatan Kucing

Tahukah kamu, biaya kucing opname seminggu itu bisa sampai berjuta-juta? Ada biaya infus, obat, tindakan medis, penginapan hingga biaya makan. Lumayan menguras kantong deh, kalau kucing sudah sakit. Maka dari itu, lebih baik, sejak dini, kita menjaga kesehatan kucing.

Dari permasalahan tersebut, lalu muncul pertanyaan, “Bagaimana tips menjaga kesehatan kucing?”. Cara menjaga kesehatan kucing harus dimulai dari nutrisi kucing, grooming kucing hingga rutin melakukan kunjungan ke dokter hewan. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan 10 tips menjaga kesehatan kucing di bawah ini.

1. Pastikan Kucing Minum Banyak Air

Kadar air di dalam tubuh kucing mencapai  67% dari berat badan kucing. Artinya, kucing sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Jika kucing kekurangan air hingga tahap dehidrasi, kucing akan mengalami gangguan metabolisme tubuh. Apabila kucing mengalami dehidrasi berkelanjutan, kucing dapat mengalami dehidrasi parah. Dehidrasi parah pada kucing bisa menyebabkan pembentukan kristal sturvite di kandung kemih dan kerusakan ginjal.  

Untuk itu, langkah pertama yang perlu kamu lakukan agar kucing tetap sehat adalah menjaga tingkat hidrasi kucing. Pokoknya, kamu harus memastikan kucing mendapatkan cukup air. Entah itu dari minuman harian atau makanan basah. Tips dari saya, sering ganti air minum kucing setiap pagi hari. Dan sering kasih makanan basah yang dicampur sedikit air hangat. Biar kucing makan sambil minum.

Catatan: kucing yang kekurangan cairan memiliki warna hidung putih pucat, tidak nafsu makan dan seluruh badan lemas. Jika kucing kamu sudah menunjukkan gejala tersebut, kamu wajib memaksa kucing minum.

2. Berikan Makanan Kucing yang Bernutrisi Tinggi

Makanan bernutrisi tinggi adalah kunci dari kucing sehat. Nutrisi berkualitas sangat berperan penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh kucing. Semakin berkualitas sumber protein, karbohidrat, taurine dan lemak dari makanan kucing, semakin sehat badan kucing. Karena sumber makanan tersebut akan diolah tubuh kucing untuk membangun otot, daging dan rangka tubuh.

Beberapa contoh makanan yang bernutrisi tinggi untuk kucing:

  1. Makanan kering kucing grain free.
  2. Makanan basah kemasan pouch dan kalengan.
  3. Raw food dari daging hewan yang sehat.
  4. Ikan tuna dan ikan salmon fillet.
  5. Snack kucing yang memenuhi standar AAFCO.

Dengan memberikan makanan bernutrisi tinggi, kucing akan tumbuh sehat dan kuat. Dengan begitu, jika terserang penyakit, kucing tidak akan mudah tumbang. Dan si kucing tetap sehat.

3. Berikan Obat Cacing setiap 3 Bulan Sekali

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang rawan terserang penyakit cacingan. Hal ini karena kucing mudah sekali tertular penyakit cacingan dari kutu, serangga, hingga kotoran sesama kucing. Kasus paling sering, kucing tidak sengaja menelan kutu yang sudah terinfeksi parasit cacing. Akibatnya, cacing menginfeksi saluran usus besar kucing.

Kucing yang terserang penyakit cacingan akan memiliki tubuh kurus biar pun banyak makan. Postur tubuhnya juga tidak proporsional. Sehingga, secara fisik terlihat seperti kucing pesakitan. Kamu tidak mau kan kucing kamu seperti itu? Nah, untuk mencegah hal tersebut, kamu cukup memberikan obat cacing kucing setiap 3 bulan sekali.

Saya merekomendasikan obat cacing Drontal bentuk tablet. Jika kucing kamu sulit minum obat tablet, kamu bisa kasih obat cacing cair Alberworm. Dengan rutin memberikan obat cacing kucing, kucing kamu akan terjaga kesehatan pencernaannya. Bebas dari parasit cacing.

4. Lakukan Grooming Kucing secara Teratur

Sehat itu berawal dari tubuh yang bersih dan terawat. Nasihat ini juga berlaku untuk kucing. Jika kamu ingin menjaga kesehatan kucing, kamu harus mulai memperhatikan perawatan keseluruhan tubuh kucing. Mulai dari perawatan bulu, kuku, telinga, mata hingga kulit mantel kucing. Semua perawatan tersebut sering dikenal dengan istilah grooming kucing.

Grooming kucing akan membuat kucing kamu sehat dan tampak cantik. Bulu kucing terawat, bebas kutu dan jamur hingga memancarkan aura kucing mewah. Biasanya kucing kontes yang sering melakukan grooming kucing di salon kucing. Dan biayanya lumayan mahal. Mulai dari Rp50.000,00 hingga Rp250.000,00.

Mungkin bagi sebagian orang, biaya grooming kucing sebesar itu tergolong mahal. Bisa nggak sih, kita melakukan grooming kucing sendiri di rumah? Bisa. Untuk menjaga kesehatan tubuh kucing secara konsisten, kamu tinggal ikuti tutorial grooming kucing ini. Di sana, kamu akan belajar grooming kucing dengan benar melalui metode yang praktis dan sistematis.

Catatan: Grooming kucing akan menjaga kesehatan bulu, kulit mantel, telinga, gigi dan mata kucing. Selama grooming kucing dijalankan secara rutin, kucing akan sehat dan tidak sakit-sakitan.

5. Rutin Basmi Kutu Kucing yang Menyerang

Kucing adalah hewan berbulu yang selalu menjadi incaran kutu kucing. Di mana pun kucing hidup, pasti ada kutu kucing yang mendatanginya. Jika invasi kutu ini kamu biarkan, kucing bisa terjangkit berbagai penyakit berbahaya, seperti:

  • Kekurangan darah (anemia).
  • Alergi kulit.
  • Scabies.
  • Cacingan.
  • Insomnia.
  • Stres.

Menurut pengalaman saya dalam merawat kucing, penyakit akibat kutu kucing perawatannya lumayan lama. Untuk itu, sebelum kutu kucing menyebabkan penyakit yang lain, kita harus segera membasmi kutu kucing.

Cara paling mudah membasmi kutu kucing adalah menggunakan obat kutu kucing yang telah tersertifikasi. Misalnya, obat kutu kucing Revolution, Frontline dan Detick. Cara pemakaiannya tinggal di teteskan di tengkuk kucing. As simple as that!

Senyawa aktif Selamectin dari obat kutu kucing akan meresap ke dalam jaringan keringat kucing. Dan secara bertahap akan menyebar ke seluruh tubuh kucing. Apabila kutu kucing menghisap darah kucing, kutu kucing akan meminum racun Selamectin dan akhirnya kutu mati. Obat kutu kucing akan bertahan di tubuh kucing selama 30 hari. Artinya, dalam satu kali pemakaian, kucing kamu akan terlindungi dari kutu selama 1 bulan. Mantap kan? Kucing akan sehat dan bebas dari kutu kucing.

6. Berikan Vaksin Kepada Kucing

Tips menjaga kesehatan kucing untuk pemula selanjutnya adalah memberikan vaksin. Vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan yang sengaja dimasukkan ke dalam tubuh kucing untuk meningkatkan kekebalan tubuh kucing. Singkat kata, vaksin dapat membuat tubuh kucing memiliki pertahanan khusus terhadap serangan virus.

Virus adalah organisme mematikan yang dapat menyebabkan kucing mati mendadak. 3 contoh virus mematikan yang menyerang kucing:

  1. Feline Immunodeficiency Virus (FIV).
  2. Virus Panleukopedia (Feline Distemper).
  3. Virus Rabies.

Untuk mencegah sakit mematikan yang disebabkan oleh virus, kamu dapat menjaga kesehatan kucing dengan melakukan vaksinasi. Vaksin kucing dapat kamu lakukan secara bertahap saat kucing sudah berusia minimal 6 bulan.

Beberapa jenis vaksin yang bisa kamu berikan agar kucing sehat, di antaranya: vaksin Tricat, vaksin Tetracat, vaksin Rabies. Dengan mendapatkan perlindungan dari vaksin, kucing akan lebih sehat dan tidak mudah tumbang saat terserang penyakit.

7. Lakukan Steril Kucing Saat Kucing Berumur Minimal 6 Bulan

Praktik steril kucing masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Karena steril adalah menjadikan kucing tidak bisa berkembang biak. Di mana, saat kucing jantan disteril, testis kucing jantan akan diangkat. Dan saat kucing betina disteril, ovarium (rahim) kucing betina akan diangkat. Biaya pengangkatan organ reproduksi ini juga tidak murah. Belum lagi kalau sebelum steril disuruh vaksin dulu. Wah, tambah mahal. Tapi, ada yang steril kucing tanpa vaksin, nggak masalah. Tapi, ada ketentuannya. Untuk lebih jelasnya, baca artikel steril kucing tanpa vaksin ini dulu. Biar kamu nggak salah informasi.

Tapi, dipembahasan ini, saya tidak akan membahas dari sudut pandang tersebut. Saya akan membahas dari sudut pandang kesehatan kucing saja. Ternyata melakukan steril kucing memiliki dampak positif bagi kesehatan kucing.

Manfaat steril bagi kucing jantanManfaat steril bagi kucing betina
Menghentikan perilaku spraying. Artinya, kucing jantan tidak lagi memiliki kebiasaan kencing sembarangan.Menghentikan siklus polyestrus (birahi). Artinya, kucing betina tidak birahi saat musim kawin. Dengan begitu, kucing tidak kabur-kaburan dari rumah.
Mengurangi risiko penyakit FLUTD (Feline lower urinary tract disease).Mengurangi risiko penyakit Pyometra.
Kucing jantan lebih sehat dan memiliki potensi harapan hidup lebih lama.Kucing betina lebih sehat dan potensi masa hidup lebih lama.

Dengan melakukan steril, kucing kamu akan terhindar dari penyakit FLUTD dan Pyometra. Dengan begitu, kucing akan selalu sehat dan punya harapan hidup yang lama. Bahkan bisa sampai belasan tahun.

8. Lakukan Kunjungan ke Dokter Hewan Minimal 1 Tahun Sekali

Salah satu tips menjaga kesehatan kucing adalah melakukan pengecekan kondisi kucing secara berkala. Di sini, saya memberikan patokan, minimal 1 tahun sekali. Artinya, kucing kamu sakit atau pun tidak sakit, kamu wajib membawa kucing ke dokter hewan untuk menjalani pemeriksaan.

Beberapa pemeriksaan tahunan di klinik dokter hewan:

  • Pemeriksaan gigi.
  • Pemeriksaan telinga.
  • Pemeriksaan kesehatan bulu, kulit dan tubuh kucing.
  • Pemeriksaan saluran pencernaan.
  • Pemberian vaksin penguat.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala kamu dapat mencegah penyakit berbahaya yang menyerang tubuh kucing. Dengan demikian, kamu dapat melakukan upaya pencegahan sebelum penyakit berkembang ke arah yang lebih berat.

Kelihatannya seperti hanya menghabiskan uang ya? Tapi, nyatanya tindakan ini akan menghemat uang kamu berjuta-juta, lho! Karena uang pencegahan selalu lebih murah daripada uang pengobatan.

9. Berikan Vitamin Kucing secara Berkala

Tips menjaga kesehatan kucing selanjutnya adalah memberikan vitamin kucing secara berkala. Saya biasanya memberikan minyak ikan, Transfer Factor Plus dan Vitamin B12 untuk kucing. Tujuannya adalah agar kucing selalu sehat dan nafsu makan kucing terjaga.

Awal mula kucing sakit adalah saat kucing malas makan dan minum. Kalau kucing kamu menunjukkan tanda-tanda tersebut, cepat atau lambat kucing akan sakit. Maka dari itu, sebelum kucing jatuh sakit, saya selalu memberikan vitamin kucing.

Pemberian vitamin kucing juga sangat bagus untuk penguatan sistem imun tubuh saat pergantian musim. Saat musim pancaroba, biasanya banyak penyakit kucing yang mewabah. Kucing yang mendapatkan multivitamin akan memiliki sistem imun yang lebih kuat, sehingga kucing lebih sehat. Itulah salah satu rahasia saya bisa memiliki kucing yang selalu sehat.

10. Lakukan Variasi Pemberian Dry Food Dan Wet Food

Langkah terakhir ini termasuk teknik biasa, tapi banyak pemula yang tidak tahu. Ternyata melakukan variasi pemberian makanan kucing bisa menjaga kesehatan kucing. Maksudnya, kamu jangan melulu memberikan makanan kering ke kucing. Memang praktis, tapi kurang bagus.

  • Kebanyakan makanan kering bikin kucing kekurangan asupan air.
  • Kebanyakan makanan kering membuat kucing kekurangan nutrisi.
  • Kebanyakan makanan kering bikin kucing cepat bosan makan.

Kalau keterusan, kucing akan jadi kurus, tidak nafsu makan dan sakit-sakitan. Solusinya, sederhana, lakukan variasi pemberian makanan basah dan kering. Artinya, kamu harus kombinasikan pemberian makanan basah, dan makanan kering kucing. Jika kamu bisa mengolah raw food, itu juga bagus.

Ingat, kucing itu salah satu hewan yang mudah bosan dengan makanan. Lihat saja, kalau kucing mulai bosan, kucing akan hilang nafsu makannya. Cukupi variasi makanan kucing dan buat kucing tetap doyan makan. Niscaya kucing kamu akan sehat, gendut dan punya bulu bagus.

Itulah 10 tips menjaga kesehatan kucing untuk pemula. Jika ada yang kurang jelas, langsung tinggalkan pertanyaan di kolom komentar di bawah ya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *